Amankah Naik Pesawat Bagi Ibu Hamil? Baca Tipsnya!

Kehamilan adalah momen yang sangat penting dalam hidup, tentunya ada banyak hal yang harus diperhatikan untuk menjaga si jabang bayi, salah satunya saat Anda bepergian. Berbagai pertanyaan seperti, “Amankah bepergian dengan pesawat saat hamil?” atau “Di usia kandungan berapa saya boleh terbang?” kerap dilontarkan oleh para ibu hamil yang khawatir dengan resikonya.

Perlu Anda ketahui bahwa pada umumnya terbang saat hamil itu tidak masalah, namun sebelum Anda melakukan perjalanan baca dulu info dan tips penting berikut ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Risiko terbang bagi ibu hamil

Ibu hamil cenderung mengalami beberapa gangguan umum dan memiliki risiko yang lebih tinggi selama melakukan perjalanan dengan pesawat. Untuk menghindarinya, Anda pun dituntut untuk ekstra hati-hati. Ini dia beberapa risiko yang perlu Anda diketahui:

1. Pembekuan darah (blood clots/thrombosis). Pembekuan darah bisa saja terjadi karena peredaran darah yang kurang lancar. Ada pun tanda-tanda yang dapat Anda ketahui yaitu adanya pembengkakan pada bagian belakang kaki terutama di bawah lutut, terasa nyeri dan kulit memerah. Untuk menghindarinya, gunakan stoking kompresi atau kaus kaki setinggi lutut (flight socks) selama Anda berada di dalam pesawat. Stoking kompresi dapat Anda temukan di apotek.

2. Kram pada kaki. Untuk penerbangan di atas 3–5 jam, kaki dapat mengalami kram dan sulit untuk bergerak. Anda disarankan untuk melakukan aktivitas-aktivitas ringan seperti merenggangkan otot atau pun dapat berjalan-jalan di sekitar lorong untuk sekedar menggerak-gerakkan kaki.

3. Oksigen dalam darah menurun. Pada saat pesawat terbang, tekanan udara di luar pesawat menjadi sangat kecil sehingga kandungan oksigen di dalam pesawat pun ikut menipis. Pastikan Anda dapat bernapas secara normal. Apabila dada terasa sesak dan tubuh menjadi lemah, segeralah menghubungi awak kabin terdekat.

Jadi kapan sebaiknya ibu hamil terbang?

Ada baiknya ibu hamil melakukan perjalanan dengan pesawat saat usia kehamilan menginjak minggu ke 14 hingga 28 (pertengahan atau trimester kedua). Mengapa? Di waktu ini, tubuh akan terasa lebih nyaman dengan kehamilan Anda dan risiko keguguran dan lahir prematur pun terbilang paling rendah.

Anda disarankan untuk tidak melakukan perjalanan dengan pesawat pada trimester pertama kehamilan. Beberapa ibu hamil sering mengalami mual dan mudah lelah, hal tersebut dapat mengganggu perjalanan Anda. Risiko untuk mengalami keguguran pun lebih tinggi pada masa ini.

Anda pun juga sudah tidak diperbolehkan untuk bepergian menggunakan pesawat saat kehamilan memasuki usia melahirkan (di atas minggu ke 36). Jika Anda mengandung anak kembar, maka batasnya berada di minggu ke 32. Batas usia kandungan tersebut diukur dari tanggal penerbangan pulang. Untuk lebih memastikan Anda dalam kondisi yang prima, ada baiknya Ibu hamil melakukan konsultasi dengan dokternya sebelum melakukan pemesanan tiket pesawat.

Tips terbang bagi ibu hamil:

1. Konsumsi banyak cairan agar tubuh agar tidak mengalami dehidrasi selama di udara.

2. Menggunakan pakaian yang lebih longgar agar tubuh terasa nyaman.

3. Pilih tempat duduk dekat lorong (aisle) untuk memberikan banyak ruang untuk bergerak.

4. Pakai dan kencangkan sabuk pengaman di bawah perut.

5. Jangan terlalu lama duduk karena dapat menimbulkan kram pada kaki.

Jika Anda memiliki rencana untuk terbang dalam waktu dekat, ada beberapa ketentuan yang diterapkan oleh tiap maskapai. Baca rangkumannya berikut ini:

Ketentuan ibu hamil naik pesawat Lion Air, Wings Air, Malindo, Batik Air:

1. Penumpang dengan usia kehamilan di atas 27 minggu diperbolehkan dan diwajibkan menyertakan surat keterangan medis yang menyatakan bahwa penumpang sehat secara medis untuk ikut dalam penerbangan.

2. Penumpang dengan usia kehamilan 28–35 minggu diperbolehkan dan diwajibkan menyertakan surat keterangan medis yang menyatakan bahwa penumpang sehat secara medis untuk ikut dalam penerbangan. Masa berlaku surat adalah 7 hari sejak tanggal dikeluarkan.

3. Penumpang juga diminta mengisi formulir pertanggungan risiko Form of Indemnity (FOI) yang membebaskan maskapai dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.

4. Penumpang dengan kehamilan 35 minggu ke atas tidak diperbolehkan untuk menaiki pesawat.

Ketentuan ibu hamil naik pesawat Sriwijaya, Nam Air:

1. Penumpang dengan usia kehamilan hingga 32 minggu diperbolehkan dan diwajibkan menyertakan surat keterangan medis dari dokter dan juga mengisi surat pernyataan yang tersedia di bandara maupun kantor cabang Sriwijaya Air. Surat pernyataan ini membebaskan Sriwijaya dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.

Ketentuan ibu hamil naik pesawat Garuda Indonesia:

1. Untuk kehamilan pertama, penumpang diperbolehkan terbang hingga usia kehamilan mencapai 32 minggu. Penumpang diwajibkan mengisi Formulir Informasi Medis (MEDIF).

2. Untuk kehamilan kedua, penumpang diperbolehkan terbang hingga usia kehamilan mencapai 32 minggu. Penumpang diwajibkan memiliki surat keterangan medis yang telah disetujui oleh dokter dari Garuda Sentra Medika (GSM) atau dokter yang telah ditunjuk. Masa berlaku surat adalah 7 hari sejak tanggal dikeluarkan.

3. Penumpang dengan kehamilan 36 minggu ke atas tidak diperbolehkan untuk menaiki pesawat.

4. Penumpang yang baru saja melahirkan sebelum 7 hari tidak direkomendasikan untuk menaiki pesawat.

Ketentuan ibu hamil naik pesawat Citilink:

1. Penumpang dengan usia kehamilan hingga 27 minggu diperbolehkan dan diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas pada saat check-in yang membebaskan Citilink dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.

2. Penumpang dengan usia kehamilan 28–34 minggu diperbolehkan dan diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas dan menyertakan surat keterangan medis dari dokter. Tanggal yang tercantum di surat keterangan ini tidak boleh melebihi 30 hari sejak tanggal keberangkatan maupun kepulangan.

3. Penumpang dengan usia kehamilan 32–35 minggu hanya boleh melakukan penerbangan tidak lebih dari 3 jam.

4. Penumpang dengan usia kehamilan 35 minggu ke atas tidak diperbolehkan untuk menaiki pesawat.

Ketentuan ibu hamil naik pesawat AirAsia:

1. Penumpang dengan usia kehamilan hingga 27 minggu diperbolehkan dan diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas pada saat check-in yang membebaskan AirAsia dari pertanggungjawaban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama penerbangan.

2. Penumpang dengan usia kehamilan 28-34 minggu diperbolehkan dan diwajibkan menandatangani Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas dan menyertakan surat keterangan medis dari dokter. Tanggal yang tercantum di surat keterangan ini tidak boleh melebihi 30 hari sejak tanggal keberangkatan maupun kepulangan.

3. Penumpang dengan usia kehamilan 35 minggu ke atas tidak diperbolehkan untuk menaiki pesawat.

Ketentuan ibu hamil naik pesawat Trigana:

1. Penumpang dengan usia kehamilan hingga 35 minggu dibolehkan dan diwajibkan menyertakan surat keterangan medis yang menyatakan bahwa penumpang sehat secara medis untuk ikut dalam penerbangan.

2. Penumpang dengan usia kehamilan 35 minggu ke atas tidak diperbolehkan untuk menaiki pesawat.

Nah itu dia info dan tips penting bagi ibu hamil yang akan traveling dengan pesawat, semoga bisa membantu Anda di perjalanan berikutnya! Sedang merencanakan liburan Temukan tiket pesawat murah dan kamar nyaman sesuai dengan kebutuhan perjalananmu melalui website ataupun Airy App! Download langsung untuk iOS atau Android untuk pemesanan yang lebih cepat dan mudah. Info dan pemesanan kamar bisa dilakukan melalui www.airyrooms.com, jika ada kendala reservasi silakan menghubungi Customer Care di nomor 0804-111-2479 (AIRY) dan WhatsApp di 0812-8070-0020.

Featured image credit to: travelingportals.com 

194 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *