5 Tarian Khas Bali yang Layak Untuk Kamu Saksikan Saat Liburan ke Bali

Bicara tentang Bali, apalagi wisatanya memang seakan tak ada habisnya. Mulai dari lokasi wisata, atraksi, hingga kuliner Bali punya bermacam rupa yang tak pernah gagal memuaskan dahaga para wisatawan sejak dulu. Tapi, sebetulnya ada satu lagi aktivitas yang semestinya sayang untuk dilewatkan jika kamu melancong ke pulau dewata itu. Aktivitas itu ialah menyaksikan tarian khas Bali, yang konon bakal membuat siapa pun berdecak kagum. Sebagai referensi, setidaknya ada 5 (lima) tarian khas Bali yang patut kamu saksikan jika kamu berkesempatan mengunjungi Bali dalam liburan berikutnya. Mari disimak.

1. Tari Kecak

Photo: infokebali.com

Teri Kecak merupakan salah satu dari sekian tarian khas Bali yang sangat dikenal oleh masyarakat luas hingga dunia. Tari Kecak sendiri merupakan dramatari yang dimainkan oleh 50 hingga 60 penari yang mayoritas merupakan penari laki-laki. Ciri khas tarian ini dapat ditinjau dari para penari yang menggerakkan tangannya ke atas sambil berseru mengeluarkan suara “cak, cak, cak” secara bersamaan dan terus menerus, hingga menghasilkan irama yang harmonis. Awalnya, Tari Kecak merupakan bagian dari Tari Sanghyang (tarian ritual keagamaan). Namun, pada sekitar tahun 1930an, tarian ini menjadi sebuah pertunjukkan tersendiri dengan mengandalkan kisah epos Ramayana sebagai lakonnya.

2. Tari Barong

Photo: rentalmobilbali.net

Tari Barong juga merupakan tarian yang cukup dikenal. Menurut beberapa penuturan, Tarian Barong sudah dilakukan sejak zaman Pra-Hindu, dengan implementasi berupa tarian pada sebuah boneka berwujud binatang berkaki empat yang mengandung kekuatan magis. Topeng Barong sendiri konon berasal dari kayu yang diambil dari tempat-tempat yang kental dengan nuansa mistis, oleh karenanya sosok Barong dianggap merupakan salah satu sosok yang sakral bagi masyarakat Hindu Bali. Meski demikian, di zaman modern Tari Barong jadi salah satu atraksi wisata yang patut disaksikan. Pertunjukkan Tari Barong bisa digelar dengan, atau tanpa lakon sama sekali.

3. Tari Baris Upacara

Photo: sentralbali.com

Seperti namanya, Tari Baris Upacara memang dikenal identik dengan tarian yang dipersembahkan untuk kerajaan. Asal usulnya, tarian ini merupakan tarian pujian persembahan tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Konon, ketika ada pertunjukan tarian ini, para dewa ikut menari dengan gayanya masing-masing. Tari Upacara Baris bukan merupakan dramatari yang memiliki lakon, namun demikian, tarian ini digunakan sebagai tarian kepahlawanan. Hal itu dapat dilihat dari gerakannya yang berbaris layaknya pasukan baris berbaris yang sedang melakukan upacara.

4. Tari Topeng Sidakarya

Photo: antaranews.com

Tari Topeng Sidakarya merupakan jenis tarian yang mengandung unsur ritual keagamaan. Meski begitu tarian ini tetap menarik untuk disaksikan, karena tarian ini dilakukan oleh penari laki-laki yang mengenakan topeng berwarna putih, bermata sipit, gigi tonggos, rambut panjang sebahu, dan memakai kerudung putih yang dipakai sebagai azimat. Tari Topeng Sidakarya dipercaya merupakan tarian penyempurna sebuah ritual keagamaan. Makanya tak heran, tarian ini selalu dipentaskan sesaat setelah upacara keagamaan Hindu Bali selesai dilaksanakan. Menariknya, beberapa gerakan Tari Topeng Sidakarya mengajarkan etika kepada manusia. Misalnya, gerakan menutup mulut topeng yang bergigi tonggos menandakan bahwa kita harus menutupi keburukan. Selain itu, adegan menabur beras di akhir tarian juga melambangkan perilaku berbagi rezeki kepada sesama.

Baca juga: Ini Dia 7 Pantai Terindah di Bali yang Wajib Dikunjungi!

5. Tari Pendet

Photo: alampedia.blogspot.co.id

Beberapa kebudayaan di berbagai daerah pastilah memiliki tari yang dikhususkan untuk penyambutan. Tak terkecuali di Bali, tarian sejenis itu diwakili oleh Tari Pendet. Tak heran, semisal ada acara penyambutan tamu penting seperti tamu negara yang berkunjung ke Bali misalnya, tarian ini tak pernah luput untuk dipentaskan di hadapan sang tamu. Awalnya, tarian ini kerap dilakukan sebagai tarian pemujaan yang selalu ditampilkan di setiap pura-pura besar yang ada di Bali. Filosofi di balik tarian ini tak jauh dari pemujaan turunnya dewa-dewi ke dunia.

Bagaimana, menarik bukan ke-lima tarian khas Bali di atas tadi? Jika kamu berkesempatan untuk mengunjungi Bali, sempatkan sejenak untuk menyaksikan tarian khas Bali yang telah terjaga sejak ribuan tahun lalu itu. Menikmati warisan budaya Bali memang sangat menarik untuk dilakoni, namun jangan lupa aktivitas liburan itu akan lebih sempurna jika kamu pilih akomodasi terbaiknya bersama Airy Rooms, jaringan akomodasi hemat terbesar dan terpercaya di Indonesia. Ingin tahu referensi kamar Airy Rooms terbaik di Bali? Kamu bisa simak videonya di bawah ini dan jangan lupa langsung pesan kamarnya dengan download aplikasi resmi Airy Rooms untuk Android dan iOS. Happy holiday!

Airy Rooms, Tidur Nyaman Harga Aman!

Source: National Geographic Indonesia | Feature image – “Tari Kecak”: interactivewhiteboard.info

2,091 total views, 8 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *